Begitu nikmatnya naik pesawat berbadan lebar, bagitulah ungkapan orang yang pernah menaikinya.
Sebelumnya saya pernah sekali naik pesawat Air Bus dari Singapore ke Denpasar. 10 Nopember lalu saya mendapat kesempatan lagi menaiki pesawat berbadan lebar sejenis Boing 777-300 penerbangan dari Singapore ke Dubai. Penerbangan ke Dubai dalam rangka transit sebelum ke Baku. Di Dubai juga saya ada keperluan menandatangani perjanjian kerja di Baku.
Keberangkatan saya sudah saya rencanakan matang-matang jauh sebelumnya. Saya sendiri yang memilihnya dan menetapkan tanggal keberangkatan dari Singapore. Saya pilih 9 Nopember 2004, hari Selasa. Ketika H-2 di rumah saya (klasik) datang seorang ibu bernama Bu Sri dan mengatakan:”Hari keberangkatan yang baik adalah hari Rabu”. “ Waduh Bu, saya sudah terlanjur pilih hari selasa, ini saya sendiri yang pilih, ungkap saya kepada ibu tersebut. “ Ya sudah ngak apa-apa”, kata ibu tersebut menghibur saya.
Saat hari H, pagi-pagi benar saya sudah menyiapkan diri. Saya sampai di pelabuhan Batam Centre jam 7.05 pagi. Dan saya pilih jam keberangkatan ke Singapore jam 08.05.
Ditengah laut saya sempat berkabar kepada teman-teman lewat SMS,mengatakan bahwa saya berangkat hari ini, terima kasih atas doanya. Salam sama semuanya. Selesai mengirim SMS, Pak Wayan Catra menanyakan “ Kapan Berangkat?”. Saya reply, “ Jam 02.20” maksud saya jam 02.20 siang.
Setelah beberapa saat, saya baru sadar, jangan-jangan pesawat berangkat jam 02.20 pagi hari. Tiba-tiba saja saya ada feeling masalah ini. Saya coba kontak Mcdermott Batam, Akhirnya Mcdermott yang justru duluan menghubungi, dan mengatakan: “ Kamu ketinggalan pesawat, kan berangkatnya jam 02.20 pagi, kenapa baru berangkat sekarang?”. Akhirnya apa yang baru saya sadari menjadi kenyataaan. Semua jadi sibuk, gara-gara saya delay berangkat. Hotel yang telah dibooking pun harus di konfirmasi lagi karena saya baru bisa berangkat besoknya.
Namun dibalik semua ini, apa yang diinginkan Ibu diatas yang malah terkabul. Jadinya saya berangkat hari Rabu, tanggal 10 Nopember jam 02.20 pagi dari Bandara Changi- Singapore.
Hampir satu harian saya habiskan waktunya di Bandara Changi. Saya pilih demikian, daripada saya berat-berat bawa barang bawaan keliling kota Singapore, lebih baik saya menikmati keindahan interior Bandara Changi.
Jam 10 malam saya melakukan check in, saya kebagian tempat duduk no 21B, teman saya nomer 21C. Daripada bengong, saya ngobrol santai sama teman. Saya katakan, nanti yang duduk di nomer 21A adalah cewek cantik yang lagi jalan tersebut. Teman saya menyangkalnya dengan mengatakan” paling salah satu TKI itu”. Ya,disana memang sudah menunggu TKI yang duduk berhamburan, yang siap diberangkatkan ke Dubai.
Setelah masuk ke dalam pesawat, saya dikagetkan didalam pesawat sudah tidur seorang nenek terbentang di kursi saya dan teman saya. Begitu santainya dia tidur terbentang. Saya tidak berani membangunkannya. Kemudian seorang pramugari yang membangunkannya. Nenek tersebut bangun dan tersenyun, akhirnya saya ditemani nenek tersebut, kedua tebakan tadi akhirnya semua salah. Teman saya tertawa sambil ngeledek.
Nenek tersebut cukup ramah, saya coba pingin tahu Negara asalnya. Sayang nenek tersebut bahasa inggrisnya kurang bagus, namun saya akhirnya bisa tahu juga asalnya. Nenek tersebut dari Irak rupanya. Nama depannya Muharam. Nama belakangnya sudah lupa.
Perjalanan ke Dubai ditempuh dalam 7 jam 25 menit. Saya tiba jam 9.45 waktu Singapore atau jam 05.45 waktu Dubai. Di Bandara nampak masih gelap, ini berarti saya telah melewati perjalanan malam yang lebih panjang selama 4 jam.
Di saat pagi yang masih senyap, saya mendengar seorang anak kecil bernyanyi, lagunya: “ naik kereta api tut tut…tut….”. saya terdiam, dalam hati saya berkata:” dunia itu sangat dekat, saya tidak hanya melihat kumpulan orang TKI (wanita), tapi juga melihat sekeluarga orang Indonesia begitu cerianya”.
Ada suatu yang masih saya tanyakan, mengapa saat kedatangan di Bandara Dubai ada pemeriksaan mata sebelum visa saya di kasi stempel? Sampai sekarang masih saya simpan pertanyaan ini, yang penting ini memang dilakukan kepada semua orang, dan saya tidak ada masalah.
Sempat saya merebahkan badan sebentar di apartment tempat menginap. Tepat jam 09.30 pagi saya ikut jemputan menuju ke Mcdermott Dubai untuk mengurus perjanjian kerja dan Visa kerja di Baku. Semua urusan sudah tuntas jam 01 siang.
Saya tidak sempat menikmati tidur malam di apartment. Karena saya harus berangkat malam itu juga jam 02.10 dini hari. Jadi saya harus sudah check out jam 10 malam.
Saya tidak bisa berbuat banyak di Bandara Dubai. Sampai di Bandara Dubai, saya fokuskan hanya untuk check in menuju Baku. Saya masih nanya di sana-sini, “Dimana tempat check in pesawat menuju Baku?” Saya menggunakan pesawat dengan nomer penerbangan J2 (Dubai-Baku). Beberapa orang petugas yang saya Tanya mengatakan tidak tahu. Maklum, Dubai adalah bandara international yang sangat besar dan luas, biasanya digunakan untuk transit ke penjuru dunia.
Sekitar jam 12 malam, saya bisa check in. sayang saat check in, saya ada masalah kelebihan bagasi. Maksimum yang dibolehkan adalah 20 kg. Berdua kena kelebihan 10 kg, jadinya saya harus membayar kelebihan tersebut. “Tidak apa-apa, ini pengalaman pertama. Keberangkatan berikutnya cukup bawa barang maksimum 20 Kg” bisik saya dalam hati. Sebenarnya sebelum keberangkatan teman yang sudah duluan di Baku sudah di konfirmasi, tapi mereka bilang maksimum 30 kg. Jadinya saya siapkan bagasi saya untuk 27 kg. sebelumnya 32 kg, sebagian barang yang mau dibawa diturunkan di Batam.
“ Terima kasih, saya sudah berada dalam pesawat menuju ke Baku”, bisik saya dalam hati. Saya sampai di Baku jam 05.05 pagi waktu setempat. Di Bandara Baku, suasana masih pagi buta, sepi. Kedinginan pertama mulai saya rasakan. Suhunya sekitar 6 derajat celcius. “Terasa dingin, syukur sudah bawa jaket yang sudah disiapkan, jadi ngak ada masalah “
Di Bandara sudah menunggu, orang menjemput rombongan Mcdermott-Baku. Mereka cukup menunjukkan Logo Mcdermott, jadi saya bisa bergegas menuju ke tempatnya.
Mereka sudah membawa list nama orang-orang yang dijemput. Dalam rombongan itu, ada orang Indonesia (kami berdua), orang philipina dan orang India.. Semuanya sekitar 15 orang. Dibagi menjadi 2 kelompok sesuai dengan tujuannya.
Rombongan saya dibawa ke Hotel California. Tiba di hotel sekitar jam 7 pagi. Saya menempati kamar nomer 115. Saya bergegas untuk siap-siap menuju ke tempat kerja jam 09 pagi.
Tujuan saya ke personalia (HR) untuk melaporkan kedatangan saya dan mengurus badge id. Saya diperkenalkan dengan staff personalia yang cantik, bernama Fidan (orang lokal – Azerbaijan). Semua urusan saya selesaikan sampai dengan safety induction ( Training keselamatan kerja) dan mengurus visa kerja
(end / nengahsanta@yahoo.com / Baku 26 Dec 04)
Filed under: PerjalananKu | Tagged: Baku | Leave a Comment »